Sunday, 1 June 2014

KONDOM

Istri Utami 201410102019


MATERI KONDOM
I.                   Profil
Kondom merupakan selubung atau sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silindris dengan muaranya berpinggir tebal yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu.
Kondom tidak hanya mencegah kehamilan tetapi juga mencegah IMS
Tipe-tipe kondom terdiri atas :
1.      Kondom biasa
2.      Kondom berkontur (bergerigi)
3.      Kondom beraroma
4.      Kondom tidak beraroma kondom pria dan kondom wanita :
Kondom untuk pria sudah cukup dikenal, tetapi untuk kondom wanita walaupun sudah ada belum populer dengan alasan ketidaknyamanan (berisik).

II.                Cara Kerja
1.      Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis, sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi wanita.
2.      Mencegah penularan mikroorganisme (Infeksi Menular Seksual) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).

III.             Efektifitas
Kondom cukup efektif bila digunakan secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom tidak efektif karena dipakai secara konsisten. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.

IV.             Manfaat Kondom
1.      Kontrasepsi
a.       Efektif bila digunakan secara benar
b.      Tidak mengganggu produksi ASI
c.       Tidak mengganggu kesehatan klien
d.      Tidak mempunyai pengaruh sistemik
e.       Murah dan dapat dibeli secara umum
f.       Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
g.      Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda

2.      Nonkontrasepsi
a.       Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber-KB
b.      Dapat mencegah penularan IMS
c.       Mencegah ejakulasi dini
d.      Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada serviks)
e.       Saling berinteraksi sesama pasangan
f.       Mencegah imuno infertilitas

V.                Keterbatasan Kondom
1.      Efektifitas tidak terlalu tinggi
2.      Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi
3.      Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
4.      Pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
5.      Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual
6.      Beberapa klien malu untuk membeli kondom di tempat umum
7.      Pembuangan kondom bekasmungkin menimbulkan masalah dalam hal limbah

VI.             Seleksi Klien Pengguna Kondom
Kondom
Sesuai untuk pria yang
Tidak sesuai untuk pria yang
1.      Ingin berpartisipasi dalam program KB
2.      Ingin segera mendapatkan alat kontrasepsi
3.      Ingin kontrasepsi sementara
4.      Ingin kontrasepsi tambahan
5.      Hanya ingin menggunakan alat kontrasepsi jika ingin berhubungan
1.      Mempunyai pasangan yang beresiko apabila terjadi kehamilan
2.      Alergi terhadap bahan dasar kondom
3.      Menginginkan kontrasepsi jangka panjang
4.      Tidak mau terganggu dengan persiapan untuk melakukan hubungan seksual
5.      Tidak peduli terhadap berbagai persyaratan kontrasepsi


VII.          Cara Penggunaan atau Instruksi Klien
1.      Gunakan kondom setiap akan melakukan hubungan seksual.
2.      Agar efek kontrasepsinya lebih baik, tambahkan spermisida ke dalam kondom.
3.      Jangan menggunakan gigi, benda tajam seperti pisau, silet, gunting atau benda tajam lainnya pada saat membuka kemasan.
4.      Pasangkan kondom saat penis sedang ereksi, tempelkan ujungnya pada glans penis dan tempatkan bagian penampung sperma pada ujung uretra. Lepaskan gulungan karetnya dengan jalan menggeser gulungan tersebut kearah pangkal penis. Pemasangan ini harus dilakukan sebelum penetrasi penis ke vagina.
5.      Bila kondom tidak mempunyai tempat penampungan sperma pada bagian ujungnya, maka saat memakai, longgarkan sedikit bagian ujungnya agar tidak terjadi robekan pada saat ejakulasi.
6.       Kondom dilepas sebelum penis lembek.
7.      Pegang bagian pangkal kondom sebelum mencabut penis sehingga kondom tidak terlepas pada saat penis dicabut dan dilepaskan kondom di luar vagina agar tidak terjadi tumpahan cairan sperma disekitar vagina.
8.      Gunakan kondom hanya untuk satu kali pakai.
9.      Buang kondom bekas pakai pada tempat yang aman.
10.  Sediakan kondom dalam jumlah cukup di rumah dan jangan disimpan ditempat yang panas karena hal ini dapat menyebabkan kondom menjadi rusak atau robek saat digunakan.
11.  Jangan gunakan kondom bila kemasannya robek, kondom tampak rapuh atau kusut.
12.  Jangan gunakan minyak goreng, minyak mineral atau pelumas dari bahan petrolatum karena akan segera merusak kondom.

VIII.       Efek Samping dan Penanganan
Efek Samping atau Masalah
Penanganan
Kondom rusak atau diperkirakan bocor (sebelum berhubungan seksual)
Buang dan pakai kondom baru atau pakai spermisida digabung kondom
Kondom bocor atau dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan
Jika dicurigai ada kebocoran, pertimbangkan pemberian kondar
Dicurigai ada reaksi alergi (spermisida)
Reaksi alergi meskipun jarang dapat sangan mengganggu dan bisa berbahaya. Jika keluhan menetap sesudah berhubungan dan tidak ada gejala IMS, berikan kondom alami (produk hewani) atau bantu klien memilih metode lain.
Mengurangi kenikmatan saat hubungan seksual
Jika penurunan kepekaan tidak bisa ditolerir biarpun dengan kondom yang lebih tipis, anjurkan menggunakan metode kontrasepsi yang lain.


No comments:

Post a Comment