MATERI KONDOM
I.
Profil
Kondom
merupakan selubung atau sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan
diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani)
yang dipasang pada penis saat hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet
sintetis yang tipis, berbentuk silindris dengan muaranya berpinggir tebal yang
bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu.
Kondom
tidak hanya mencegah kehamilan tetapi juga mencegah IMS
Tipe-tipe
kondom terdiri atas :
1. Kondom
biasa
2. Kondom
berkontur (bergerigi)
3. Kondom
beraroma
4. Kondom
tidak beraroma kondom
pria dan kondom wanita :
Kondom untuk pria sudah cukup
dikenal, tetapi untuk kondom wanita walaupun sudah ada belum populer dengan
alasan ketidaknyamanan (berisik).
II.
Cara
Kerja
1. Kondom
menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas
sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis, sehingga sperma
tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi wanita.
2. Mencegah
penularan mikroorganisme (Infeksi Menular Seksual) dari satu pasangan kepada
pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).
III.
Efektifitas
Kondom
cukup efektif bila digunakan secara benar pada setiap kali berhubungan seksual.
Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom tidak efektif karena dipakai secara
konsisten. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu
2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.
IV.
Manfaat
Kondom
1. Kontrasepsi
a. Efektif
bila digunakan secara benar
b. Tidak
mengganggu produksi ASI
c. Tidak
mengganggu kesehatan klien
d. Tidak
mempunyai pengaruh sistemik
e. Murah
dan dapat dibeli secara umum
f. Tidak
perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
g. Metode
kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda
2. Nonkontrasepsi
a. Memberi
dorongan kepada suami untuk ikut ber-KB
b. Dapat
mencegah penularan IMS
c. Mencegah
ejakulasi dini
d. Membantu
mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik
eksogen pada serviks)
e. Saling
berinteraksi sesama pasangan
f. Mencegah
imuno infertilitas
V.
Keterbatasan
Kondom
1. Efektifitas
tidak terlalu tinggi
2. Cara
penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi
3. Agak
mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
4. Pada
beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
5. Harus
selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual
6. Beberapa
klien malu untuk membeli kondom di tempat umum
7. Pembuangan
kondom bekasmungkin menimbulkan masalah dalam hal limbah
VI.
Seleksi Klien Pengguna Kondom
|
Kondom
|
|
|
Sesuai untuk pria yang
|
Tidak sesuai untuk pria
yang
|
|
1. Ingin berpartisipasi dalam program KB
2. Ingin segera mendapatkan alat kontrasepsi
3. Ingin kontrasepsi sementara
4. Ingin kontrasepsi tambahan
5. Hanya ingin menggunakan alat kontrasepsi jika ingin berhubungan
|
1. Mempunyai pasangan yang beresiko apabila terjadi kehamilan
2. Alergi terhadap bahan dasar kondom
3. Menginginkan kontrasepsi jangka panjang
4. Tidak mau terganggu dengan persiapan untuk melakukan hubungan seksual
5. Tidak peduli terhadap berbagai persyaratan kontrasepsi
|
VII.
Cara
Penggunaan atau Instruksi Klien
1. Gunakan
kondom setiap akan melakukan hubungan seksual.
2. Agar
efek kontrasepsinya lebih baik, tambahkan spermisida ke dalam kondom.
3. Jangan
menggunakan gigi, benda tajam seperti pisau, silet, gunting atau benda tajam
lainnya pada saat membuka kemasan.
4. Pasangkan
kondom saat penis sedang ereksi, tempelkan ujungnya pada glans penis dan
tempatkan bagian penampung sperma pada ujung uretra. Lepaskan gulungan karetnya
dengan jalan menggeser gulungan tersebut kearah pangkal penis. Pemasangan ini
harus dilakukan sebelum penetrasi penis ke vagina.
5. Bila
kondom tidak mempunyai tempat penampungan sperma pada bagian ujungnya, maka
saat memakai, longgarkan sedikit bagian ujungnya agar tidak terjadi robekan
pada saat ejakulasi.
6. Kondom dilepas sebelum penis lembek.
7. Pegang
bagian pangkal kondom sebelum mencabut penis sehingga kondom tidak terlepas
pada saat penis dicabut dan dilepaskan kondom di luar vagina agar tidak terjadi
tumpahan cairan sperma disekitar vagina.
8. Gunakan
kondom hanya untuk satu kali pakai.
9. Buang
kondom bekas pakai pada tempat yang aman.
10. Sediakan
kondom dalam jumlah cukup di rumah dan jangan disimpan ditempat yang panas
karena hal ini dapat menyebabkan kondom menjadi rusak atau robek saat
digunakan.
11. Jangan
gunakan kondom bila kemasannya robek, kondom tampak rapuh atau kusut.
12. Jangan
gunakan minyak goreng, minyak mineral atau pelumas dari bahan petrolatum karena
akan segera merusak kondom.
VIII. Efek
Samping dan Penanganan
|
Efek
Samping atau Masalah
|
Penanganan
|
|
Kondom rusak atau diperkirakan bocor (sebelum
berhubungan seksual)
|
Buang dan pakai kondom baru atau pakai spermisida
digabung kondom
|
|
Kondom bocor atau dicurigai ada curahan di vagina
saat berhubungan
|
Jika dicurigai ada kebocoran, pertimbangkan
pemberian kondar
|
|
Dicurigai ada reaksi alergi (spermisida)
|
Reaksi alergi meskipun jarang dapat sangan
mengganggu dan bisa berbahaya. Jika keluhan menetap sesudah berhubungan dan
tidak ada gejala IMS, berikan kondom alami (produk hewani) atau bantu klien
memilih metode lain.
|
|
Mengurangi kenikmatan saat hubungan seksual
|
Jika penurunan kepekaan tidak bisa ditolerir
biarpun dengan kondom yang lebih tipis, anjurkan menggunakan metode
kontrasepsi yang lain.
|

No comments:
Post a Comment