Nama : FEBRIANA SARI (201410102014)
Pap
Smear : Tes Skrining Kanker Serviks
Banyak
wanita belum tau dan mengerti dengan jelas apa itu pap smear dan apa
kegunaannya. Semoga ini bermanfaat bagi semua nya...
Pap
smear, disebut juga tes Pap adalah prosedur sederhana untuk mengambil sel serviks.
Dinamai sesuai dengan penemunya, George
Papanicolaou, MD. Pap smear tidak hanya efektif untuk mendeteksi kanker
serviks tapi juga perubahan sel serviks yang dicurigai dapat menimbulkan
kanker. Perubahan sel rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan
beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut berkembang
menjadi sel kanker. Artinya, semakin dini penyakit kanker diketahui maka
semakin mudah menanganinya.
Deteksi dini sel ini merupakan langkah awal anda menghindari timbulnya kanker serviks.
Deteksi dini sel ini merupakan langkah awal anda menghindari timbulnya kanker serviks.
Siapa yang Harus Melakukan Pap
Smear?
American Cancer Society merekomendasikan Pap smear pertama sekitar
3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau pada usia 21 tahun. Setelah usia
21 tahun, petunjuknya sbb:
|
Usia (tahun)
|
Frekuensi
|
|
21 – 29
|
Sekali setahun Pap smear regular
atau setiap 2 tahun menggunakan Pap smear berbasis cairan
|
|
30 – 69
|
Setiap 2 – 3 tahun jika memiliki
hasil 3 tes normal secara berurutan
|
|
Lebih dari 70
|
Anda dapat menghentikan Pap smear
jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dan Pap smear anda
normal selama 10 tahun
|
Tanpa melihat usia, jika anda
memiliki faktor resiko anda perlu melakukan tes setiap tahun. Faktor resikonya
yaitu:
·
Usia
di atas 18-70 tahun
·
Menikah
pada usia muda (dibawah 20 tahun) atau Pernah melakukan senggama sebelum usia
20 tahun
·
Saat
ini memiliki pasangan seks yang banyak (multiple)
·
Riwayat
penyakit menular seksual atau Infeksi human papilloma virus (HPV)
·
Riwayat
keluarga dengan kanker serviks
·
Diagnosis
kanker serviks atau Pap smear memperlihatkan sel prakanker
·
Perokok
·
Sistem
imun yang lemah karena beberapa faktor seperti transplantasi organ, kemoterapi
atau penggunaan kortikosteroid kronis
·
Pernah
melahirkan lebih dari 3 kali
·
Pemakaian
alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
·
Mengalami
perdarahan setiap hubungan seksual
·
Mengalami
keputihan atau gatal pada vagina
·
Sudah
menopause dan mengeluarkan darah pervagina
Persiapan Pap Smear
Untuk meyakinkan Pap smear anda
efektif, ikuti tips berikut sebelum melakukan tes:
- Hindari berhubungan seksual atau menggunakan obat vaginal atau busa/krim/gel spermisid selama 2 hari sebelum melakukan Pap smear karena ini dapat menyembunyikan sel abnormal.
- Coba untuk tidak menjadwalkan Pap smear selama periode haid anda, walaupun tes dapat dilakukan lebih baik untuk menghindari waktu tertentu dari siklus anda.
- Pada saat pengambilan lendir, usahakan otot-otot vagina rileks dan waktu yang paling baik untuk pengambilan lendir adalah 2 minggu setelah selesai haid
Bagaimana Pap Smear Dilakukan?
Pap smear dilakukan di ruang dokter dan hanya beberapa
menit. Pertama anda berbaring di atas meja periksa dengan lutut ditekuk. Tumit
anda akan diletakkan pada alat stirrups. Secara perlahan dokter akan memasukkan
alat spekulum ke dalam vagina anda. Lalu dokter akan mengambil sampel sel
serviks andadengan spatula dan membuat apusan (smear) pada slide kaca untuk
pemeriksaan mikroskopis.
Dokter akan mengirim slide ke
laboratorium, dimana seorang cytotechnologist (orang yang terlatih untuk
mendeteksi sel abnormal) akan memeriksanya. Teknisi ini bekerja dengan bantuan
patologis (dokter yang ahli dalam bidang abnormalitas sel). Patologis
bertanggung jawab untuk diagnosis akhir. Pendekatan terbaru dengan menggunakan
cairan untuk mentransfer sampel sel ke laboratorium. Dokter akan mengambil sel
dengan cara yang sama, namun dokter akan mencuci alat dengan cairan khusus,
yang dapat menyimpan sel untuk pemeriksaan nantinya. Ketika sampel sampai ke
laboratorium, teknisi menyiapkan slide mikroskopik yang lebih bersih dan mudah
diinterpretasikan dibanding slide yang disiapkan dengan metode tradisional.
Umumnya dokter akan melakukan Pap smear selama pemeriksaan panggul (prosedur
sederhana untuk memeriksa genital eksternal, uterus, ovarium, organ reproduksi
lain dan rektum). Walaupun pemeriksaan panggul dapat mengetahui masalah
reproduksi, hanya Pap smear yang dapat mendeteksi kanker serviks atau prakanker
sejak dini.
Hasil Tes
Pap smear bukan digunakan untuk
mendiagnosa penyakit, hanya sebagai tes skrining untuk memperingatkan dokter
melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan sel abnormal dipilih secara hati-hati untuk mengirim pesan
spesifik kepada dokter tentang resiko yang ada. Berikut beberapa istilah yang
mungkin digunakan dokter dan kemungkinan langkah anda selanjutnya:
- Normal
Tes negatif (tidak ada sel abnormal terdeteksi). Tidak perlu pengobatan atau tes lebih lanjut sampai Pap smear dan pemeriksaan panggul selanjutnya.
- Sel bersisik atipikal tidak
terdeterminasi signifikan (Atypical
squamous cells of undetermined significance)
Sel bersisik tipis dan datar, tumbuh di permukaan serviks yang sehat. Pada kasus ini, Pap smear mengungkap adanya sedikit sel bersisik abnormal, namun perubahan ini belum jelas memperlihatkan apakah ada sel prakanker. Dengan tes berbasis cairan, dokter anda dapat menganalisa ulang sampel untuk mengetahui adanya virus yang dapat menimbulkan kanker, seperti HPV. Jika tidak ada virus, sel abnormal yang ditemukan tidak menjadi perhatian utama. Jika dikhawatirkan ada virus, perlu melakukan tes lebih lanjut.
- Lesi intraepitelial sel
bersisik (Squamous intraepithelial
lesion)
Istilah ini digunakan untuk mengindikasi bahwa sel yang diperoleh dari Pap smear mungkin sel prakanker. Jika perubahan masih tingkat rendah, ukuran, bentuk dan karakteristik lain dari sel memperlihatkan adanya lesi prakanker yang dalam beberapa tahun akan menjadi kanker. Jika perubahan termasuk tingkat tinggi, ada kemungkinan lebih besar lesi akan menjadi kanker lebih cepat. Perlu dilakukan tes diagnostik.
- Sel glandular atipikal (Atypical glandular cells)
Sel glandular memproduksi lendir dan tumbuh pada permulaan serviks dan dalam uterus. Sel glandular atipikal mungkin menjadi abnormal, namun tidak jelas apakah mereka bersifat kanker. Tes lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sumber sel abnormal.
- Kanker sel bersisik atau sel
adenokarsinoma (Squamous cancer or adenocarcinoma
cells)
Sel yang diperoleh dari Pap smear memperlihatkan abnormal, sehingga patologis hampir yakin ada kanker dalam vagina, serviks atau uterus. Sel bersisik menunjukkan kanker timbul di permukaan datar sel pada serviks. Adenokarsinoma menunjukkan kanker timbul di sel glandular. Jika sel sejenis ditemukan, dokter akan segera melakukan investigasi lebih lanjut.
Selain mencari abnormalitas, dokter
akan memutuskan untuk memeriksa jaringan dengan mikroskop khusus dalam prosedur
colposcopy & mengambil sampel jaringan (biopsi).
Mempercayai Hasil Tes
Pap smear bukanlah pembuktian yang
main-main. Namun tidak tertutup kemungkinan memperoleh hasil negatif palsu.
Artinya tes memperlihatkan tidak ada sel abnormal, walaupun sebenarnya anda
memiliki sel atipikal. Perkiraan kejadian hasil negatif palsu dengan Pap smear
konvensional kurang dari 5% atau 1 dari setiap 20 wanita. Pap smear berbasis
cairan akan memberi hasil negatif palsu yang lebih sedikit. Dengan tes yang
sama, hasil positif palsu sangat jarang.
Hasil negatif palsu tidak berarti
ada kesalahan yang dibuat, banyak faktor yang menyebabkan negatif palsu, yaitu:
- Pengambilan sel yang tidak cukup
- Lokasi lesi tidak dapat dijangkau atau lesi kecil
- Sel abnormal meniru sel benigna
- Darah atau pembengkakan sel menyembunyikan sel abnormal
Walau sel abnormal dapat terdeteksi,
waktu berada di pihak anda. Kanker serviks memerlukan beberapa tahun untuk
berkembang.
Bagaimana
mencegah kanker serviks?
Meski
menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang
menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang
telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin
dilakukan. Yaitu dengan cara :
- Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
- Hindari merokok, banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
- Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
- Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
- Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
- Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
- Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
- Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
No comments:
Post a Comment