ASI EKSKLUSIF
ASI
eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun
hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai
dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua
tahun. Bayi yang diberikan ASI secara esklusif cenderung lebih sering
pemberian ASI-nya daripada pemberian pada bayi yang minum susu formula. Bayi
yang baru lahir biasanya setiap 2 sampai 3 jam disusui oleh ibunya. Semakin
bertambah usianya, waktu atau jarak antara menyusui akan meningkat karena
kapasitas perut mereka menjadi lebih besar.
Membantu
ibu segera untuk menyusui bayinya setelah lahir sangatlah penting. Semakin
sering bayi menghisap puting susu ibu, maka pengeluaran ASI juga semakin
lancar. Hal ini disebabkan isapan bayi akan memberikan rangsangan pada
hipofisis untuk segera mengeluarkan hormon oksitosin yang bekerja merangsang
otot polos untuk memeras ASI. Pemberian ASI tidak terlepas dengan teknik atau
posisi ibu dalam menyusui. Posisi yang benar saat menyusui adalah:
a.
Berbaring
miring
Posisi ini amat baik untuk pemberian ASI
pertama kali atau bila ibu merasakan lelah atau nyeri.
b.
Duduk
Pada posisi ini penting untuk memberikan
topangan atau sandaran pada punggung ibu dalam posisinya tegak lurus terhadap
pangkuannya. Hal ini barangkali dapat dilakukan dengan duduk bersila di atas
tempat tidur, lantai, atau kursi.
c.
Tidur
terlentang
Seperti
halnya pada saat dilakukan inisiasi menyusu dini, maka posisi ini juga dapat
dilakukan oleh ibu. Posisi bayi berada di atas dada ibu, yaitu diantara
payudara ibu.
Posisi bayi yang benar dapat dilihat pada gambar
di bawah ini.
Sedangkan untuk video posisi bayi menyusu dapat dilihat di bawah ini:
a. Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada ibu.
b. Mulut dan dagu bayi berdekatan dengan payudara.
c. Areola tidak akan tampak jelas.
d. Bayi akan melakukan hisapan lamban dan dalam, serta menelan ASInya.
e. Bayi terlihat senang dan tenang.
f. Ibu tidak akan merasa nyeri pada daerah payudaranya.
Sumber:
http://dinkes.pamekasankab.go.id/index.php/berita/174-pentingnya-asi-ekslusif
.jpg)
No comments:
Post a Comment