Saturday, 31 May 2014

Perawatan Tali Pusat Siti Cholifah


NAMA            : SITI CHOLIFAH
NIM                : 201410102031
PERAWATAN TALI PUSAT
A.  Pengertian
Ø  Tali pusat dalam istilah medisnya umbilical cord. Merupakan suatu tali yang menghubungkan janin dengan uri atau plasenta. Sebab semasa dalam rahim, tali inilah yang menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin yang berada di dalamnya. Begitu janin dilahirkan, ia tidak lagi membutuhkan oksigen dari ibunya, karena sudah dapat bernapas sendiri melalui hidungnya. Oleh kerena itu sudah tidak diperlukan lagi, maka saluran ini harus segera dipotong dan dijepit atau diikat (Vivian, 2010).
Ø  Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan, karna melalui tali pusat inilah semua kebutuhan untuk hidup janin di penuhi (Sodikin, 2009:1).
Ø  Perawatan tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi (Aziz,2009:59).
Ø  Hal yang paling terpenting dalam membersihkan tali pusat adalah memastikan tali pusat dan area disekelilingnya selalu bersih dan kering, selalu mencuci tangan dengan menggunakanair bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. Selama tali pusat belum puput, sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air. Cukup diusap saja dengan kain yang direndam air hangat. (Endang, 2010).
B. Tujuan Perawatan Tali Pusat
Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru lahir. Penyakit ini disebabkan karena masuknya spora kuman tetanus kedalam tubuh melalui tali pusat, baik dari alat yang tidak steril, pemakaian obatobatan, bubuk atau daun-daunan yang ditaburkan ke tali pusat sehingga dapat mengakibatkan infeksi (Wiknjosastro, 2006). Menyatakan bahwa tujuan merawat tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru lahir,sehingga tali pusat tetap bersih, kuman-kuman tidak masuk sehingga tidak terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Penyakit tetanus ini disebabkan oleh Clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun), yang masuk melalui luka tali pusat karena perawatan atau tindakan yang kurang bersih (Saifuddin, 2002).
Tujuan perawatan tali pusat menurut (Depkes RI, 2005) sebagai berikut :
a. Mencegah terjadinya infeksi
b. Mempercepat proses pengeringan tali pusat
c. Mempercepat terlepasnya tali pusat
C. Cara Perawatan Tali Pusat
     Perawatan Tali Pusat Metode Lama Antiseptik adalah zat kimia yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
     Perawatan tali pusat metode lama (dengan menggunakan pembungkusan dan antiseptik), menurut Depkes RI (2005) adalah sebagai berikut :
1.      Persiapan alat
*   Alkohol 70% berthadin 10% dalam tempatnya
*   Kasa dan kapas lidi steril dalam tempatnya
*   Kerentang dalam tempatnya
*   Perlengkapan pemakaian bayi (gurita, popok, baju)
*   Pengikat tali pusat steril
*   Aquadest steril
*   Gunting verban
    2. Pelaksanaan
ü  Kasa pembungkus tali pusat ditetesi aquadest steril dan dibuka
ü  Bersihkan tali pusat dengan kapas alkohol, mulai dari ujung sampai pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya dengan diameter 2 cm
ü  Olesi tali pusat dengan bethadine atau obat sejenisnya dengan cara yang sama seperti di atas
ü  Tali pusat dengan bethadine dibungkus dengan kasa steril dan difisaksi dengan menggunakan gurita Pakaian bayi dipakai kembali, alat-alat dirapikan, tidurkan kembali bayi dengan posisi sesuai dengan kebutuhan
     Perawatan Tali Pusat Metode Baru
1.      Perawatan Tali Pusat Kering
Cara perawatan tali pusat kering adalah :
Ø  Siapkan alat-alat
Ø  Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat tali pusat.
Ø  Tali pusat dibersihkan dengan kain kasa.
Ø  Setelah bersih, tali pusat dibungkus dengan kain kasa steril kering.
Ø  Setelah tali pusat terlepas/puput, pusat tetap diberi kasa steril.
Ø  Cara perawatan tali pusat kering adalah membungkus tali pusat dengan kasa dan mengkondisikan tali pusat tetap kering. Jika tali pusat berbau diberi gentian violet (Marjono, 2007).
2. Perawatan Tali Pusat Basah
Perawatan tali pusat ini menggunakan Alkohol dan larutan chlorhexidine sepintas lalu dianggap mencegah infeksi namun ditemukan belum bekerja dengan baik. Selain itu, ketika para ibu merawat bayi mereka di dalam kamar mereka daripada di dalam ruang perawatan, tingkat infeksi tali pusat terendah terjadi (Hasselquist, 2006:53).
Cara perawatan tali pusat basah :
·      Siapkan alat-alat
·      Cuci tangan anda sampai bersih sebelum melakukan perawatan tali pusat. Bersihkan tali pusat dengan alkohol.
·      Tutup tali pusat dengan kasa steril yang diberi alkohol/bethadin dan mengganti kasa yang baru setelah bayi selesai dimandikan, berkeringat, kotor dan basah. Segera larikan bayi ke dokter jika mencium bau tidak sedap dari tali pusat bayi yang belum lepas (Solahuddin, 2006).
 D. Gangguan atau masalah pada tali pusat
     Tali pusat basah, berbau, dan menunjukkan tanda-tanda radang yang jika tidak segera dibantu akan menyebabkan sepsis, meningitis, dan lain-lain (Wiknjosastro, 2005). Pada pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah, ada cairan berbau, darah yang keluar terus menerus (JKPK-KR, 2008).
     Referensi :
      Yuyun Krismawanti , 15 maret 2013, http://yuyunkrismawanti.blogspot.com/



2 comments:

  1. assalamualaikum, bu
    bu, saya mau menanyakan
    apakah di yogyakarta ini masih ada bidan atau rumah sakit, klinik
    yang masih menggunkaan perawatan tali pusat dengan alkohol, betadin atau kasa steril, bu.
    terimaksih, bu sebelumnya atas informasi yang diberikan

    ReplyDelete