KB
NIM :
201410102025
KONTRASEPSI
SUNTIK
Definisi
Kontrasepsi
suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui
suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia
semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis,
harganya relatif murah dan aman.
Sebelum
disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya.
Suntikan diberikan saat ibu dalam keadaan tidak hamil. Umumnya pemakai suntikan
KB mempunyai persyaratan sama dengan pemakai pil, begitu pula bagi orang yang
tidak boleh memakai suntikan KB, termasuk penggunaan cara KB hormonal selama
maksimal 5 tahun.
Jenis KB Suntik
Jenis-jenis alat KB suntik
yang sering digunakan di Indonesia antara lain: Cyclofem dan Depo provera, Depogeston
1. Cyclofem
Suntikan kombinasi mengandung hormon esterogen dan progesteron, kombinasi
25 mg depomedroxy progesterone acetat dan 10 mg estradiol cyplonate yang diberikan satu bulan sekali.
Cara kerja
Pemberian
hormon progestin akan menyebabkan pengentalan mukus serviks sehingga menurunkan
kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut juga mencegah pematangan dan
pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan atrofi dengan berkurangnya
aktifitas kelenjar. Selain itu akan merangsang timbulnya haid setiap bulan.
Efektifitas
Kontrasepsi
suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam suntikan tersebut telah
dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1-0,4 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan.
Keuntungan
a. Sangat efektif (99,6%)
b. Risiko kesehatan kecil
c. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami isteri
d. Periksa dalam tidak dibutuhkan pada saat pemeriksaan
awal
e. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
f. Tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali
suntikan Cyclofem
g. Reaksi suntik sangat cepat (<24 jam)
h. Dapat digunakan oleh wanita tua (>35 tahun),
kecuali Cyclofem
i. Mencegah kehamilan ektopik
j. Jangka panjang
k. Sangat efektif walaupun klien terlambat suntik 1
minggu dari jadwal yang telah ditentukan
l. Sangat berguna untuk klien yang tidak ingin
hamil lagi, tetapi belum bersedia untuk
mengikuti sterilisasi (tubektomi).
Kerugian
a.
Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
b.
Harus kembali ke sarana pelayanan.
c. Tidak
dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
d.
Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
e.
Dapat menyebabkan ketidakteraturan masalah haid
f.
Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual,
hepatitis B, atau infeksi HIV.
g.
Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
h.
Efektivitas berkurang bila digunakan bersamaaan dengan obat-obat epilepsi dan
obat tuberklosis.
i.
Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke,
bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati.
j.
Kemungkinan terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
Manfaat Kesehatan
a.
Menurunnya jumlah darah haid setiap bulan,
menurunkan nyeri perut.
b.
Mengurangi kemungkinan penyakit kurang darah
akibat kekurangan zat besi.
c.
Mengurangi tanda atau gejala sindroma haid
d.
Dapat melindungi kemungkinan penyakit radang panggul dan kanker indung
telur karena progestin menyebabkan mukus serviks menebal, sehingga memepersulit
penularan infeksi dari liang senggama atau serviks untuk mencapai saluran telur
(penekanan ovulasi akan menyebabkan berkurangnya stimulasi dari sel epitel
ovarium).
e.
Mencegah terjadinya kanker endomertrium
f.
Dapat digunakan pada wanita yang mempunyai
penyakit darah sickle cell anemia
g.
Dapat meningkatkan jumlah ASI pada ibu yang
menyusui
Indikasi Kontrasepsi Suntik
a. Klien
menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang atau telah mempunyai cukup
anak sesuai keinginan tetapi belum ingin, belum siap atau belum bisa ikut
tubektomi saat ini. Rasional, suntikan KB
adalah metoda kontrasepsi jangka panjang, efektif, dapat digunakan untuk jangka
panjang (tak terbatas), pada pemakaian tidak menyebabkan permasalahan medis
yang serius.
b. Klien
menghendaki pemakaian kontrasepsi yang tidak perlu dipakai setiap hari atau
setiap bersenggama. Rasional, suntikan KB tidak perlu diberikan setiap hari atau ketika akan bersenggama. Para
wanita yang menghadapi permasalahan dengan pemakaian cara-cara sederhana atau
pelupa dalam minum pil setiap hari dapat dianjurkan untuk memakai kontrasepsi
suntik. Setelah mendapatkan suntikan, maka yang dibutuhkan peserta suntik
adalah mengingat waktu suntik ulang apakah 1, 2, atau 3 bulan tergantung pada
jenis kontrasepsi uang dipakai.
c. Klien tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung esterogen, atau kalau
meminumnya maka akan timbul gejala-gejala komplikasi pemakaian esterogen.
Rasionalnya, biasanya komplikasi atau efek
samping disebabkan oleh komponen esterogen yang ada. Untuk itu, dapat dipakai
suntikan KB yang hanya mengandung hormon progestin, sehingga cara ini dapat
dipakai sebagai alternatif pilihan bagi peserta yang tidak tahan hormon
esterogen.
d. Klien sedang menyusui dan
membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. Rasionalnya, menyusui tidak akan terpengaruh dengan pemakaian kontrasepsi suntik
progestin, bahkan pada beberapa penelitian didapatkan bahwa pemakaian
kontrasepsi suntik akan meningkatkan kuantitas ASI walaupun pemakaian
kontrasepsi hormonal bukanlah pilihan utama bagi ibu yang menyusui,
pemakaiannya tidak akan menyebabkan perubahan secara klinik baik pada
perumbuhan dan perkembangan BBL maupun pemakaian setelah 6 minggu persalinan.
Yang Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
a.
Usia reproduksi
b.
Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
c.
Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
d.
Menyusui ASI pascapersalinan lebih dari 6 bulan
e.
Pascapersalinan dan tidak menyusui
f.
Anemia
g.
Nyeri haid hebat
h.
Haid teratur
i.
Riwayat kehamilan ektopik
j.
Sering menggunakan pil kontrasepsi
Yang Tidak Boleh Menggunakan Suntikan Kontrasepsi
a. Hamil atau diduga hamil
b. Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan
c. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
d. Penyakit hati akut
e. Usia lebih dari 35 tahun yang merokok
f. Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah
tinggi (lebih dari 180/110 mmHg)
g. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala
atau migraine
h. Keganasan payudara
Waktu Mulai menggunakan Suntikan Kombinasi
a. Suntikan
pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan
kontrasepsi tambahan
b. Bila
suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak boleh
melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain
untuk 7 hari.
c. Bila
klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja dapat
dipastikan ibu tersebut tidak hamil.
d. Bila
klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikan pertama
dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil
e. Bila pascapersalinan lebih dari 6 bulan,
menyusui, serta telah mendapat haid, maka suntikan pertama diberikan, asal saja
dipastikan tidak hamil.
f. Bila pascapersalinan kurang dari 6 bulan dan
menyusui, jangan beri suntikan kombinasi.
g. Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui,
suntikan kombinasi dapat diberi.
h. Ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang
lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama ibu
tersebut menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi
dapat diberikan tanpa perlu menunggu haid
i. Bila kontrasepsi sebelumnya juga
kontrasepsi hormonal, dan ibu tersebut ingin menggantinya dengan suntikan
kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal
kontrasepsi sebelumnya.
2.
Depo provera, Depogeston
Medroxyprogesterone yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral/mempunyai efek progesteron yang kuat dan sangat efektif. Diberikan
per 3 bulan.
Komposisi
Suspensi Steril Depo Medroxy
Progesteron Acetat (DMPA) dalam air :
a. Tiap vial berisi 3 ml suspensi (150 mg Medroxy Progesteron Acetat)
b. Tiap vial berisi 1 ml suspensi (150 mg Medroxy Progesteron Acetat)
Cara Kerja
a. Mencegah ovulasi
b. Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
c.
Menjadikan selaput lendir rahim tipis
d.
Menghambat pengangkutan gamet oleh tuba
Efektivitas
Kontrasepsi suntik progestin
memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan
per tahun, asal penyuntikan dilakukan sesuai jadwal dan secara teratur.
Keuntungan
a. Sangat efektif
b. Pencegahan kehamilan jangka panjang
c. Tidak
berpengaruh terhadap hubungan seksual
d. Tidak mengandung
esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan
gangguan pembekuan darah
e. Tidak
memiliki pengaruh terhadap ASI
f.
Sedikit efek samping
g. Klien
tidak perlu menyimpan obat suntik
h. Dapat
digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai perimenopause
i.
Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
j.
Menurunkan kajadian penyakit jinak payudara
k. Mencegah
beberapa penyebab penyakit radang panggul
l.
Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Kekurangan
a.
Sering ditemukan gangguan haid, seperti :
1)
Siklus haid yang memendek atau memanjang
2)
Perdarahan yang banayk atau sedikit
3)
Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak
4)
Tidak haid sama sekali
b.
Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan
c.
Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
d.
Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
e.
Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual,
hepatitis B, atau infeksi virus HIV
f.
Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
g.
Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan atau kelainan
pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan
dari deponya.
Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
a.
Usia reproduksi
b.
Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas tinggi
c.
Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
d.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui
e
Setelah abortus atau keguguran
f. Perokok
g. Tekanan
darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau
anemia
h.
Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat tuberklosis
i. Tidak
dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung esterogen
j. Sering
lupa menggunakan pil kontrasepsi
k. Mendekati
usia menopause
Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
a. Hamil atau dicurgai hamil
b. Perdarahan pervaginam yang
belum jelas penyebabnya
c. Tidak dapat menerima
terjadinya gangguan haid
d. Menderita kanker payudara
e. Diabetes mellitus
Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan
kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat
efektif. Obat ini termasuk obat depo. Noristerat termasuk dalam golongan
kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi
hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh
karena tidak mengganggu laktasi.
Interaksi Obat
Aminoglutethimide
(Cytadren) mungkin dapat meningkatkan eliminasi dari medroxyprogesterone lewat
hati dengan menurunkan konsentrasi medroxyprogesterone dalam darah dan
memungkinkan pengurangan efektivitas medroxyprogesterone.
Cara Penyimpanan
Disimpan dalam suhu 20-25°C
Cara Pemberian
a. Waktu
Pemberian
1) Setelah
melahirkan : 6 minggu pasca persalinan
2) Setelah
keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelah keguguran
(asal ibu belum hamil lagi)
3) Dalam masa haid
: Hari pertama sampai hari ke-5 masa haid
b. Lokasi
Penyuntikan dengan i.m sampai daerah glutus
1) Daerah
bokong/pantat
2) Daerah otot lengan atas
.jpg)
No comments:
Post a Comment