Saturday, 31 May 2014

INISIASI MENYUSU DINI (SUYANI)


 
a.      Manfaat IMD
1)      Manfaat bagi bayi
a)      Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal, karena mendapatkan kolostrom segera  dan sesuai sengan kebutuhan bayi
b)      Segera memberikan kekebalan pasif pada bayi  karena kolostrom adalah imunisasi pertama pada bayi
c)      Meningkatkan kecerdasan
d)      Membantu mengkoordinasi kemampuan hisap, telan dan nafas
e)      Bayi memperoleh kolostrom sebagai minuman pertama
f)       Dada ibu menghangatkan tubuh bayi dengan tepat
2)      Manfaat bagi ibu
a)      Oksitosin
(1)      Stimulasi kontraksi uterus dan menurunkan resiko perdarahan pasca persalinan
(2)      Merangsang pengeluaran kolostrom dan meningkatkan produksi ASI
(3)      Keuntungan dan hubungan mutualistik ibu dan bayi
(4)      Ibu menjadi lebih tenang dan fasilitasi kelahiran plasenta dan pengalihan rasa nyeri dari berbagai prosedur pasca persalinan
b)      Prolaktin
(1)      Meningkatkan produksi ASI
(2)      Membantu ibu mengatasi stress terhadap berbagai rasa kurang nyaman
(3)      Memberi refleks relaksasi pada ibu setelah bayi selesai menyusui
(4)      Menunda ovulasi
b.      Alasan pentingnya Inisiasi Menyusu Dini
1)      Suhu dada ibu dapat menyesuaikan suhu ideal yang di perlukan bayi, yaitu turun10 dan naik sampai 20 celcius, sehingga dapat menurunkan resiko hipotermi dan menurunkan kematianbayi akibat kedinginan.
2)      Kehangatan dada ibu pada saat bayi diletakkan didada ibu, akan membuat bayi merasakn getaran cinta yaitu merasakan ketenangan, merasa dilindungi dan kuat secara psikis. Bayi akan lebih tenang karena pernapasan, detak jantung dari kulit ibu menenangkan bayi, menurunkan stress akibat proses kelahiran dan meningkatkan kekebalan bayi
3)      Bayi yang dibiarkan merayap diperut ibu dan menemukan payudara ibunya sendiri, akan tercemar lebih dahulu bakteri yang tidak berbahaya atau ada antinya ASI ibu, sehingga bakteri baik ini membuat koloni disuse dan kulit bayi. Hal ini berarti mencegah kolonosasi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.
4)      Pada saat bayi dapat menyusu segera setelah lahir, maka kolostrom makin cepat keluar dan bayi akan cepat mendapatkan kolostromini,yaitu cairan emas atau cairan pertama yang kaya akan anti bodi dan sangat penting untuk pertumbuhan usus dan ketahanan terhadap infeksi yang dibutuhkan bayi demi kelangsungan hidupnya.
5)      Bayi akan belajar menyusu dengan nalurinya sendiri.
6)      Sentuhan, kuluman atau emutan dan jilatan pada putting ibu akan merangsang oksitosin pada ibu yang penting menyebabkan rahim ibu berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan, merangsang hormone lain yang membuat ibu merasa lebih tenang, rileks dan merangsang pengaliran ASI dari payudara.
c.       Langkah-langkah Inisiasi Menyusu Dini
1)         Langkah 1
      Lahirkan,lakukan penilaian pada bayi,lalu keringkan
a)         Saat bayi lahir catat waktu kelahiran
b)         Nilai bayi apakah diperlukan resusitasi atau tidak ( 2 detik )
c)         Bila tidak perlu resusitasi, keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya dengan halus tanpa membersihkan vernik karena vernik membantu menghangatkan bayi. Setelah kering bayi diselimuti dengan kain kering utuk menunggu tali pusar di klem.
d)        Hindari mengeringkan tangan bayi, karena bau amnion pada tangan bayi akan membantu bayi menemukan putting ibu yang berbau sama
e)         Lendir cukup dilap aja dengan kain bersih  karena penghisapan lendir pada mulut dan hidung bayi dapat merusak selaput lendir
f)          Periksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada janin kedua kemudian suntikkan secara intramuskuler 10 oksitisin pada ibu.
g)         Jaga bayi tetap hangat

2)         Langkah 2
      Langkah kontak kulit dengan kulit selama kurang lebih 1 jam
a)         Setelah tali pusar dupotong dan diikat letakkan bayi tengkurap didada ibu. Luruskan bahu bayi sehingga bayi menempel didada ibu. Kepala bayi harus berada diantara payudara ibu tetap lebih rendah dari putting.
b)         Kemudian selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi dikepala bayi.
c)         Biarkan bayi tetap melakukan kontak kulit dengan kulit di dada ibu kurang lebih 1 jam. Mintalah ibu untuk memeluk dan membelai bayinya. Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusu dini dalam waktu 30-60 menit
d)        Hindari membasuh atau menyeka payudara ibu sebelum bayi menyusu.
e)         Selama kontak kulit dengan kulit tersebut lanjutkan dengan managemen aktif kala III persalinan.
3)         Langkah 3
a)         Biarkan bayi mencari dan menemukan putting dan mulai menyusu.
b)         Tidak dianjurkan menginterupsi bayi dalam upaya untuk menyusu misalnya memindahkan dari payudara ke payudara yang lain. Bayi cukup menyusu pada satu payudara saja dan biasanya lamanya 10-15 menit.
c)         Menunda semua asuhan bayi baru lahir lainnya sampai bayi selesai menyusu.
d)        Usahakan ibu dan bayi tetap di kamar bersalin sampai bayi selesai menyusu
e)         Setelah selesai menghisap bayi akan berhenti menelan dan putting susu dilepas. Bayi kemudian diselimuti dengan kain bersih lalu lakukan penimbangan dan pengukuran bayi, mengoleskan salep anti biotic pada mata bayi dan memberikan suntikan vitamin K 1 mg sebanyak 0,5cc.
f)          Jika dalam 1 jam bayi belum melakukan inisiasi menyusu dini posisikan bayi lebih dekat dengan putting ibu dan biarkan kontak kulit dengan kulit selama 30-60 menit berikutnya.
g)         Jika dalam waktu 2 jam bayi belum juga melakukan inisiasi menyusu dini , pindahkan ibu keruang pemulihan dengan bayi tetap didada ibu. Lanjutkan Asuhan bayi baru lahir lainnya dan kembalikan bayi pada ibu untuk kembali menyusu.
h)         Bayi di beri pakaian atau tetap diselimuti untuk menjaga kehangatannya. Kepala bayi tetap ditutupi degan topi selama beberapa hari pertama.
i)           Setelah 1 jam bayi selesai inisiasi menyusu dini berikan imunisasi hepatitis B pertama.
j)           Kemudian ibu dan bayi dirawat gabung agar setiap saat bayi   bisa menyusu.
d.       DAFTAR PUSTAKA
Roesli. 2012. Inisiasi Menyusu Dini Plus Asi Eksklusif. Pustaka Bunda, Jakarta.
JNPK-KR. 2007. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal dan Lampiran Inisiasi Menyusu Dini. JNPL-KR. Jakarta.

d.

No comments:

Post a Comment