NAMA :
SITI CHOLIFAH
NIM :
201410102031
PERAWATAN TALI PUSAT
A. Pengertian
Ø Tali pusat
dalam istilah medisnya umbilical cord. Merupakan suatu tali yang menghubungkan
janin dengan uri atau plasenta. Sebab semasa dalam rahim, tali inilah yang
menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin yang berada di dalamnya.
Begitu janin dilahirkan, ia tidak lagi membutuhkan oksigen dari ibunya, karena
sudah dapat bernapas sendiri melalui hidungnya. Oleh kerena itu sudah tidak
diperlukan lagi, maka saluran ini harus segera dipotong dan dijepit atau diikat
(Vivian, 2010).
Ø Tali pusat
atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan,
karna melalui tali pusat inilah semua kebutuhan untuk hidup janin di penuhi
(Sodikin, 2009:1).
Ø Perawatan
tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan merawat tali pusat
pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi
(Aziz,2009:59).
Ø Hal yang
paling terpenting dalam membersihkan tali pusat adalah memastikan tali pusat
dan area disekelilingnya selalu bersih dan kering, selalu mencuci tangan dengan
menggunakanair bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. Selama tali
pusat belum puput, sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke
dalam air. Cukup diusap saja dengan kain yang direndam air hangat. (Endang,
2010).
B. Tujuan
Perawatan Tali Pusat
Tujuan
perawatan tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada
bayi baru lahir. Penyakit ini disebabkan karena masuknya spora kuman tetanus
kedalam tubuh melalui tali pusat, baik dari alat yang tidak steril, pemakaian
obatobatan, bubuk atau daun-daunan yang ditaburkan ke tali pusat sehingga dapat
mengakibatkan infeksi (Wiknjosastro, 2006). Menyatakan bahwa tujuan merawat
tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru
lahir,sehingga tali pusat tetap bersih, kuman-kuman tidak masuk sehingga tidak
terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Penyakit tetanus ini disebabkan oleh
Clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun), yang masuk
melalui luka tali pusat karena perawatan atau tindakan yang kurang bersih
(Saifuddin, 2002).
Tujuan
perawatan tali pusat menurut (Depkes RI, 2005) sebagai berikut :
a. Mencegah
terjadinya infeksi
b.
Mempercepat proses pengeringan tali pusat
c.
Mempercepat terlepasnya tali pusat
C. Cara Perawatan Tali Pusat
Perawatan Tali Pusat Metode Lama Antiseptik
adalah zat kimia yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan
mikroorganisme.
Perawatan tali pusat metode lama
(dengan menggunakan pembungkusan dan antiseptik), menurut Depkes RI (2005)
adalah sebagai berikut :
1.
Persiapan alat
2. Pelaksanaan
ü Kasa
pembungkus tali pusat ditetesi aquadest steril dan dibuka
ü Bersihkan
tali pusat dengan kapas alkohol, mulai dari ujung sampai pangkal tali pusat dan
daerah sekitarnya dengan diameter 2 cm
ü Olesi tali
pusat dengan bethadine atau obat sejenisnya dengan cara yang sama seperti di
atas
ü Tali pusat
dengan bethadine dibungkus dengan kasa steril dan difisaksi dengan menggunakan
gurita Pakaian bayi dipakai kembali, alat-alat dirapikan, tidurkan kembali bayi
dengan posisi sesuai dengan kebutuhan
Perawatan Tali Pusat Metode Baru
1.
Perawatan Tali Pusat Kering
Cara perawatan tali pusat kering adalah :
Ø Siapkan
alat-alat
Ø Cuci tangan
sebelum dan sesudah merawat tali pusat.
Ø Tali pusat
dibersihkan dengan kain kasa.
Ø Setelah
bersih, tali pusat dibungkus dengan kain kasa steril kering.
Ø Setelah tali
pusat terlepas/puput, pusat tetap diberi kasa steril.
Ø Cara
perawatan tali pusat kering adalah membungkus tali pusat dengan kasa dan
mengkondisikan tali pusat tetap kering. Jika tali pusat berbau diberi gentian
violet (Marjono, 2007).
2. Perawatan
Tali Pusat Basah
Perawatan
tali pusat ini menggunakan Alkohol dan larutan chlorhexidine sepintas lalu
dianggap mencegah infeksi namun ditemukan belum bekerja dengan baik. Selain
itu, ketika para ibu merawat bayi mereka di dalam kamar mereka daripada di
dalam ruang perawatan, tingkat infeksi tali pusat terendah terjadi
(Hasselquist, 2006:53).
Cara
perawatan tali pusat basah :
·
Siapkan alat-alat
·
Cuci tangan anda sampai bersih sebelum melakukan
perawatan tali pusat. Bersihkan tali pusat dengan alkohol.
·
Tutup tali pusat dengan kasa steril yang diberi
alkohol/bethadin dan mengganti kasa yang baru setelah bayi selesai dimandikan,
berkeringat, kotor dan basah. Segera larikan bayi ke dokter jika mencium bau
tidak sedap dari tali pusat bayi yang belum lepas (Solahuddin, 2006).
D. Gangguan atau masalah pada tali
pusat
Tali pusat basah, berbau, dan
menunjukkan tanda-tanda radang yang jika tidak segera dibantu akan menyebabkan
sepsis, meningitis, dan lain-lain (Wiknjosastro, 2005). Pada pangkal tali pusat
dan daerah sekitarnya berwarna merah, ada cairan berbau, darah yang keluar
terus menerus (JKPK-KR, 2008).
Referensi :
Anonim, 3 April 2013, http://bidan-aktif.blogspot.com/2013/04/gambaran-perbedaan-perawatan-tali-pusat.html
Yuyun Krismawanti , 15 maret 2013,
http://yuyunkrismawanti.blogspot.com/
.jpg)
bu si choll
ReplyDeleteassalamualaikum, bu
ReplyDeletebu, saya mau menanyakan
apakah di yogyakarta ini masih ada bidan atau rumah sakit, klinik
yang masih menggunkaan perawatan tali pusat dengan alkohol, betadin atau kasa steril, bu.
terimaksih, bu sebelumnya atas informasi yang diberikan